Yuk, Intip Aplikasi Juara 2 & 3 di Hackathon 2.0

Katuju.id - Perlombaan programmer garapan Diskominfo Samarinda beberapa waktu lalu. Sudah menentukan putra-putra terbaik lokal dengan karya dan ide yang tak kalah dengan daerah lainnya.

Mereka adalah Tim NNP yang menyabet juara pertama dengan aplikasinya Parkir Moderen (PARMON). Kemudian Tim Nyuci Yuk dengan aplikasinya MyNiaga sebagai peringkat kedua dan Tim Menang GA Ya sebagai juara ketiga dengan aplikasinya CigaRich.

Jika sebelumnya katuju.id sudah mengulas tentang aplikasi PARMON milik tim NNP. Yuk, intip sedikit aplikasi juara kedua dan ketiga.

My Niaga Tawarkan E Payment Transaksi  Setiap Belanja

Tim Nyuci Yuk yang beranggotan Agus Tandri Tan, I Nengah Riandika dan Irfan Hidayat. Ketiga mahasiswa STMIK Wicida ini menciptakan aplikasi MyNiaga. Dimana, aplikasi myNiaga ini merupakan aplikasi membership untuk para pengunjung citra niaga yang dapat mempermudah proses transaksi saat belanja di kawasan Smart City tersebut.

Tawarkan Aplikasi My Niaga, tim Nyuci Yuk berhasil rebut juara 2 dalam kompetisi Hackathon 2.0


Menggunakan e-payment, selain untuk belanja aplikasi ini juga memiliki fitur pencarian toko yang menjual barang dan dapat menampilkan informasi seperti event atau berita seputar Citra Niaga.


“Selain itu kami juga menyediakan point of sales untuk para pemilik gerai atau toko di Citra Niaga. Aplikasi ini juga menyediakan pengisian saldo untuk pengelola Citra Niaga,” jelas Agus, Selasa (6/8).

CigaRich Tawarkan Aplikasi CCTV Untuk Kawasan Citra Niaga

Sementara juara ketiga Hackathon 2.0 yalni Tim Menang Gak Ya beranggotan Hakiki Sandhika Raja, M Abdul Majid dan Muhammad Azhar dengan Aplikasinya CigaRich menawarkan dengan mencerdaskan CCTV di setiap kawasan Citra Niaga.

Aplikasi CigaRich yang dirancang Abdul Majid dkk mampu memantau pengunjung Citra Niaga lewat CCTV


Diterangkan M Abdul Majid, lewat aplikasi CigaRich ini bisa melihat penyebaran pengunjung ke Citra Niaga kemana saja. Selain itu, bisa juga mendeteksi jenis kelamin pengunjung.



“Dengan aplikasi yang bisa mendeteksi jenis kelamin pengujung. Pemerintah bisa menentukan kebijakan di titik mana saja yang ramah anak dan perempuan karena bisa terpantau di CCTV seperti contoh di Jakarta, bisa mendeteksi jumlah pengunjung dan jenis kelamin yang melintas di salah satu jalan,” papar Majid begitu disapa.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.