Kontroversi Pergantian Pengurus PKS Kaltim, DPP Sebut Bukan Dipecat Hanya Rotasi

Katuju.id-Ibarat pertandingan sepakbola, pelatih sebuah tim memiliki kekuasaan penuh untuk mengganti pemainnya ketika strategi yang diinginkan tidak berjalan sempurna.

Analogi ini dipilih Zaenal Hasyim selaku Koordinator Wilayah Dakwah (Wilda) PKS Kalimantan mewakili DPP PKS, terkait pergantian pucuk pimpinan DPW PKS Kaltim, Masykur Sarmian. 

Menurutnya perubahan komposisi dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar, sebagai bentuk konsolidasi. Terlebih, dalam persoalan ini tidak ada unsur pemecatan, namun sebatas pada rotasi penugasan. Yang mana ini merupakan kewenangan penuh DPP sebagai langkah strategi partai.

“Bukan dipecat tapi dirotasi. Jadi ketua DPW sebelumnya itu kita tarik ke bidang Wilda Kalimantan yang merupakan bagian dari DPP,” tegas Zaenal dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (25/12) di Hotel Grand Victoria Samarinda.

Didampingi sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) yang baru dilantik berdasarkan SK DPP ini, Zaenal juga meyakinkan tidak ada AD/ART yang dilanggar, karena seperti halnya pergantian pemain di sepakbola, itu merupakan kewenangan penuh pelatih atau dalam hal ini DPP.

Di hadapan sejumlah pewarta yang mempertanyakan SK yang terkesan mendadak ini, dijelaskan bahwa sudah ada upaya sosialisasi terkait SK DPP Nomor : 409/SKEP/DPP-PKS/2018 tertanggal 19 Desember 2018 tentang DPTW PKS Kaltim. Diikuti dengan digelarnya rapat konsolidasi pemenangan PKS Kaltim hingga pada 28 Desember diajukannya revisi lampiran SK berdasar masukan dari peserta rapat dan DPTW Kaltim. Sampai digelarnya konpers yang usai pelantikan kepengurusan baru yang digelar secara tertutup di tempat yang sama hari ini.

Sementara itu Ketua DPW PKS Kaltim berdasar SK DPP, Harun Al Rasyid menanggapi penunjukkan dirinya bukanlahj keinginan pribadi. Ia menyebut sebagai kader yang loyal terhadap keputusan partai, dirinya siap ditugaskan di mana saja. 

“Sebagai prajurit saya harus siap,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan tentang optimisme PKS jelang pesta demokrasi April nanti seiring SK yang menimbulkan pro kontra ini, Harun menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dan seluruh kader dan konstituen partai. Namun ia percaya kader-kader PKS adalah mereka yang memiliki loyalitas tinggi terhadap keputusan dan strategi yang diusung partai. Sehingga keyakinan untuk bisa meraih minimal 12 persen suara dalam pemilu nanti bukanlah hal mustahil untuk dicapai.

Koordinator Wilda PKS Kalimantan Zaenal Hasyim (3 dari kiri) dan Ketua DPW PKS Kaltim berdasar SK DPP Harun Al Rasyid (4 dari kiri) saat memberikan keterangn pers di Hotel Grand Victoria bersama sejumlah pengurus DPTW

Ditemui di tempat lain, Ketua DPW PKS yang dilengserkan Masykur Sarmian menyebut pernyataan dalam konpers ini adalah sebuah kamuflase. Rotasi atau tour of Duty menurutnya tidak ada dalam AD/ART partai. Dalam aturan yang ada, jabatan yang diembannya berdasarkan periodesasi yang dipilih berdasarkan musyawarah wilayah. Sehingga ketika ada pemberhentian di tengah jalan harus ada penjelasan mengenai sebab musababnya. Hal ini menurutnya adalah yang tidak didapat dirinya, terkait alasan-alasan pemberhentian ini.

“Saya mengkhawatirkan ini ada upaya dari kekuatan tertentu untuk menghambat kemenangan calon presiden yang diusung partai. Apalagi ini dekat sekali dengan pelaksanaan pileg dan pilpres. Kemudia ada yang menyebut saya ingin mengenolkan suara untuk DPR-RI, ini jelas fitnah, karena itu merupakan tanggung jawab dan amanah saya” terang Masykur.

Ditambahkannya, sebagai kader ia bisa menerima keputusan DPP, namun ia mempertanyakan apakah ada perwakilan-perwakilan DPD yang hadir dalam pelantikan kepengurusan yang baru. Karena ia meyakini, kader-kader di bawah tentu merasa kecewa dengan keputusan yang terkesan arogan dan otoriter tersebut.

Terkait langkah-langkah apa yang akan diambil pihaknya terkait SK tersebut, Masykur menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan kader-kader lain. Menurutnya mungkin akan ada somasi sebagai bentuk edukasi politik, agar kesewenang-wenangan seperti ini tidak lagi terjadi.

“Terakhir ingin saya katakana, rotasi ini hanya kamuflase. Faktanya saya diberhetikan dengan cara dan alasan yang tidak jelas,” pungkas Masykur.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.