Jelang Pilkada Serentak, Sudah Saatnya Putra Pesisir Pimpin Kukar

Katuju.id - Pernah di daulat sebagai kabupaten terkaya di Indonesia, tak serta merta menjadikan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi lebih sejahtera. Tak heran jika Kukar disebut kaya, dianugerahi limpahan hasil bumi, mulai dari gas, minya dan batu bara, eksplorasi besar-besaran itu seharusnya bisa dinikmati seluruh masyarakat.

Persoalan ini menjadi poin utama saat berbincang dengan anggota DPRD Kaltim dari dapil Kukar, Akhmed Reza Fachlevi. Menurut Reza, banyak hal yang harus dibenahi di wilayah ini. Terutama terkait infrastruktur di kabupaten terluas di Kaltim itu. Pemerataan pembangunan seharusnya tidak terpusat, namun menjangkau seluruh kecamatan.

"Kukar ini kaya akan SDA, tapi sayangnya itu tidak bisa dimaksimalkan dan dirasakan manfaatnya oleh warga," Reza mempertanyakan.

Sehubungan dengan akan dilangsungkannya pilkada serentak tahun depan, Kukar juga sudah dipastikan akan menyongsong kepemimpinan baru. Di mana saat ini sudah banyak figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi elektoral tersebut.

Menyikapi hal ini, Reza menyebut Kukar butuh orang yang paham akan kondisi wilayah. Selain itu, ini menjadi waktu yang tepat bagi putra daerah, utamanya kawasan pesisir untuk menonjolkan diri. Terlebih hingga saat ini tidak ada pemimpinnya yang berasal dari wilayah pesisir.

"Kawasan pesisir ini menjadi penopang utama pendapatan asli daerah, seharusnya daerah ini bisa lebih maju dari yang ada sekarang," tegas politisi asal Partai Gerindra tersebut.

Ditambahkan Reza, potensi putera pesisir tidak kalah dibanding daerah lainnya. Ada banyak tokoh yang disebutnya layak untuk memimpin Kukar ke depannya. Sebut saja tokoh pesisir seperti KH Saifuddin Marzuki dan Tajuddin Noor. Lalu ada anggota dewan seperti Herry Asdar, Samsun dan Baharuddin Demmu sebagai sosok potensial lainnya.

Disinggung tentang dirinya sendiri, Reza tak menampik kemungkinan tersebut. Apabila mendapat dukungan dari masyarakat, ia siap ikut terjun langsung dalam kontestasi pilbup. "Saya siap jika masyarakat menghendaki," tukasnya.

Lebih jauh, potensi Kukar bukan semata pada SDA saja. Lebih dari itu, banyak potensi yang bisa dimaksimalkan, seperti pariwisata. Terlebih Kukar dipastikan menjadi salah satu kawasan yang terkena langsung sebagai kawasan pemindahan ibu kota negara (IKN). Di mana butuh banyak persiapan untuk menyongsongnya. Terutama peningkatan SDM, agar mampu bersaing dan tak jadi penonton di daerah sendiri.

"Peningkatan SDM ini menjadi sangat penting, apalagi jika nanti benar-benar menjadi IKN. Jangan sampai kita tersisih di daerah sendiri," pungkas Politisi muda di Fraksi Gerindra tersebut.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.