Mengenal 'Buraq' Kendaraan Nabi Muhammad Yang Super Cepat Dari Cahaya

Katuju.id-Nabi Muhammad sedang berdoa di samping Kakbah sampai ketiduran. Sejurus kemudian, beliau dibangunkan Malaikat Jibril untuk Isra dan Mikraj dalam satu malam.

Dan Buraq atau al-Buraq, jadi satu nama yang populer terkait dengan peristiwa Isra Mikraj yang dilakukan Nabi Muhammad.

Dengan Buraq, Nabi bisa bepergian dari Mekkah ke Yerusalem, dan kembali lagi ke Mekkah hanya dalam waktu satu malam aja.

Padahal, perjalanan normal sekali jalan dari Mekkah ke Yerusalem kala itu membutuhkan waktu beberapa minggu.

Apa yang membawa Nabi Muhammad bisa secepat itu bepergian? Naik apa? atau kendaraan apa yang dinaiki sang Rasul?

Jawabannya Buraq itu tadi. Dalam beberapa kisah, Buraq digambarkan sebagai hewan, perpaduan antara keledai dan kuda dan bersayap. Buraq jelas bukan sebuah kendaraan mekanis yang punya teknologi super canggih sehingga bisa melaju super cepat.

Kecepatannya bahkan melebihi kecepatan cahaya, dan belum ada teknologi kendaraan yang bisa menyamainya sampai sekarang.
Menurut Wikipedia, Buraq dalam bahasa Arab artinya Cahaya atau Kilat. Makhluk ini diciptakan Allah terbuat dari cahaya.

Dinamakan Buraq dikarenakan kecepatan melesatnya seperti kilat, adapula yang mengatakan bahwa dinamakan Buraq karena warna badannya yang bersih dan mengkilat serta sangat cepatnya. Kendaraan itu seekor hewan yang badannya panjang dan lebih kecil dari kuda serta lebih besar dari keledai.

Dalam Kitab Hadits Shahih milik Imam Muslim, menurut kisah dari Anas bin Malik, ia mengatakan bahwa, nabi mengatakan bahwa binatang itu berwarna putih dan panjang.
Lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari kuda, kakinya dapat melangkah sejauh mata memandang.

"Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari kuda. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut Buraq tersebut mencapai ujungnya. Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis." sabda Nabi Muhammad.

Fenomena ini sampai sekarang memang gak bisa dijelaskan secara gamblang, meskipun jadi banyak pertanyaan-pertanyaan berlandaskan logika yang menyertainya.

Seperti apakah Buraq? Apakah dia memiliki sayap? Berapakah kecepatannya sekali dia melangkah? Bagaimana mungkin mereka bisa selamat melintasi atmosfer bumi?

Fenomena tersebut hanya bisa disikapi dengan iman dan kepercayaan. Karena gak ada yang tau, teknologi secanggih apa kala itu yang bisa menciptakan kendaraan seperti Buraq.

Sama halnya ketika kita bermimpi untuk mencapai Bulan dan Mars, yang pada akhirnya gak cuma mimpi dan khayalan, juga mimpi manusia saat ini untuk menciptakan mesin waktu dan menjadi time traveler.

Gak ada yang gak mungkin di dunia ini..



Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.