Geger Keraton Agung Sejagat yang Klaim Bisa Selamatkan Dunia

Katuju.id - Keraton Agung Sejagat kini tengah menjadi pembicaraan masyarakat. Kemunculan keraton yang diklaim sebagai kerajaan baru itu dimulai dari viralnya video kirab yang dinamai Ritual Wilujengan di media sosial.

Bangunan Keraton Agung Sejagat berdiri di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah. Mereka mengklaim memiliki keraton yang kekinian namun belum selesai dibangun.

Raja dari Keraton Agung Sejagat adalah Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun. Sedangkan ratunya adalah istrinya sendiri, Dyah Gitarja alias Kanjeng Ratu.

“Kami muncul untuk menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit di tahun 1518,” ujar Totok yang mengklaim dirinya sebagai Rangkai Mataram Agung, Minggu (12/1), dikutip dari media patner kumparan, Tugu Jogja.

Mereka mengklaim pengikutnya sebanyak 425 orang. Sementara kekuasaan Keraton Agung Sejagat mencakup dunia dan akan mengubah sistem politik global.

Ada beragam respons masyarakat dan netizen atas kemunculan Keraton Agung Sejagad. Namun rata-rata negatif. Bahkan warga Desa Pogung Juru Tengah memberikan respons negatif karena keberadaan ritual, sesaji dan batu yang dipasang sebagai tempat sembahyang.

Namun kehebohan kerajaan itu pun berakhir. Polisi menduga ada tindak pidana penipuan di balik Keraton Agung Sejagat.

Berikut sejumlah hal terkait Keraton Agung Sejagat:

Sebut Pentagon Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagat

Totok, raja Keraton Agung Sejagat, mengungkapkan tatanan dunia yang terbesar adalah kekaisaran dan yang paling kecil adalah republik. Dia juga menyatakan Pentagon bukanlah milik Amerika Serikat, melainkan Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagat.

“Keraton Agung Sejagat punya alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat memiliki International Court of Justice dan Fefense Council,” ujar Totok saat jumpa pers, Minggu (12/1).

“Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika,” lanjutnya.

Ganjar Minta Bupati Purworejo Telusuri

Mendengar kabar kerajaan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun langsung ambil tindakan. Dia meminta Bupati Purworejo Agus Bastian menelusuri kebenaran dan juga silsilah Keraton Agung Sejagat.

Ganjar meminta Bupati Agus berdialog dengan pimpinan keraton, Totok. Serta, mencari tahu motif dari Keraton Agung Sejagat.

"Kalau motifnya kerajaan, itu ada enggak silsilahnya. Tapi kalau motifnya akan bernegara, berpemerintahan, ya, dikandani (diberitahu), itu bukan cara yang benar," ujar Ganjar saat dihubungi kumparan, Selasa (14/1).

Polda Jateng Tangkap Raja Keraton Sejagat

Polda Jawa Tengah bergerak cepat menyelidiki Keraton Agung Sejagad. Polisi pun menangkap Totok dan permaisurinya, Fanni Aminadia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budhi Haryanto mengatakan, keduanya diamankan di Purworejo pada Selasa (14/1) sore.

“Kami bawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangannya," kata Budhi, dalam keterangannya, Selasa (14/1).

Keduanya diamankan berikut barang bukti berupa berkas atau surat-surat palsu untuk merekrut anggota Keraton yang dicetak sendiri oleh Totok.

Budhi menjelaskan, keduanya dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Selain itu, polisi juga menjerat keduanya Pasal 378 KUHP. Pasal itu isinya adalah tentang penipuan. Budi belum mendetailkan jenis penipuan yang dilakukan Totok dan Fanni.

“Namun saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Masyarakat dimohon tetap tenang," ujar Budi.

Jadi Tontonan Warga Berbagai Daerah

Di sisi lain, kemunculan Keraton Sejagat ini menyita perhatian publik. Sejumlah warga dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan keraton yang mengklaim sebagai titisan Majapahit tersebut.

Meski akses menuju Keraton Agung Sejagat tak mudah, banyak warga dari Yogyakarta, Klaten, hingga Wonogiri, berdatangan ke lokasi. Mereka mengendarai motor atau mobil pribadi karena tidak ada akses angkutan umum di sekitar keraton tersebut.

Yanti, salah seorang warga asal Wonogiri, mengaku datang ke keraton tersebut bersama temannya karena penasaran. Dia kecewa lantaran tak diizinkan masuk oleh penjaga keraton, Puji.

"Ya, masak enggak boleh masuk, Pak. Padahal cuma mau lihat dan foto-foto aja," katanya di kawasan Keraton Agung Sejagat, Desa Pogung, Purworejo, Selasa (14/1).

Hal senada juga disampaikan oleh warga asal Klaten yang enggan menyebut namanya. Kecewa tak diizinkan masuk, mereka akhirnya berkeliling ke keraton yang diklaim bakal seluas 4 hektare tersebut.

Artikel ini telah tayang di kumparan.com dengan judul yang sama pada Rabu (15/1) pukul 06.18 WIB.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.