Astaga, Ternyata Pemerkosa di Labuan Bajo Itu ‘Garap’ Dua Bule Selang Sehari!

Apa yang ada di kepala Constantinus Andhi Putra ya, ketika melihat bule-bule wanita yang ramai berseliweran menikmati pesona alam Labuan Bajo nan seksi itu. Hingga tega nian, dia memperkosa bule wanita itu tanpa ampun.

Coba bayangkan! Ketika perlakuan Constantinus yang memaksa bule wanita untuk memuaskan birahinya di semak-semak belukar, dengan ancaman akan dibunuh atau memperkosanya secara bergiliran oleh teman-temannya pada Kamis (12/6). 

Ancaman itu ternyata  membuat korbannya yang adalah turis asal Prancis menjadi pasrah, terhadap tindakan asusila pelaku.

Eh namun dasar kucing garong! esoknya aksi bejatnya-pun terulang lagi kepada bule lain asal Italia yang dilakukan di semak belukar pula. 

Astaga! Modusnya tetap sama, mengancam korban dengan memanggil teman-teman pelaku untuk memperkosanya beramai-ramai, jika mau melawan. Ya pasrahlah sang korban, mau apalagi! 

Sebenarnya, modus pemerkosaan yang dilancarkan pelaku itu sederhana, pelaku hanya mengaku sebagai pemandu wisata. Karena keinginan para turis yang tinggi untuk menikmati keindahan Labuan Bajo. Nah kepercayaan itulah yang membuka peluang pelaku untuk menggarap bule tersebut. Dalam perjalanan ke tempat tujuan dengan berkendara sepeda motor, terus ya gitu deh!

Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusuma Wardana, mengatakan,"Jadi si pelaku itu memang ketemu dengan korban turis Perancis (korban) saat bertemu korban waktu itu sedang menunggu dari biro travel, ternyata yang bersangkutan (pelaku) menawarkan diri untuk mengantar ke Air Terjun Cicawulang, karena mungkin yang diperlihatkan adalah itikad baik, jadi si korban ikut saja," kata Julisa yang dikutip Kumparan (25/6).

"Ternyata si pelaku membelokan motornya ke tempat ke semak-semak, di sekitar hutan di daerah sana. Sudah itu terus dipaksa untuk disetubuhi, korban tadinya menolak, karena diancam, 'awas kalo gak mau nanti saya panggil kawan-kawan saya untuk perkosa ramai-ramai', takut dia (korban)," lanjut Julisa.

“Setelah melangsungkan aksi bejatnya, korban dibawa ke ke hotel di sekitar Labuan Bajo, namun korban merasa badannya sakit sehingga dibawa ke RS Siloam. "Korban ditinggalkan di RS itu," kata Julisa.

"Besoknya yang bersangkutan pergi ke air terjun itu, kemudian dia duduk-duduk di sekitar loket pintu masuk kawasan wisata, kemudian dia bertemu dengan rombongan turis Italia. Nah saat bertemu ini dia menawarkan diri jadi pemandu wisata," ungkap Julisa.

"Dia (pelaku) membelokan motor kemudian masuk ke jalan setapak, kemudian dia meremas bagian vital si korban," kata Julisa melanjutkan.

"Ancamannya sama, kalau tidak mau, pelaku akan memanggil kawan-kawannya untuk diperkosa ramai-ramai," kata Julisa.

Akibat aksi bejat itu, kasus yang ditangani  oleh Polres Manggarai Barat. Pelaku harus bersiap dengan jeratan pasal 285 KHUP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Hati-hati Jika Bertamasya ya !

Kisah dua bule korban perkosaan di Labuan Bajo tadi tentu memberikan pelajaran penting ya. Meskipun kita telah memberikan kepercayaan dan berbaik sangka kepada seseorang tentu saja itu bukan jaminan untuk menerima hal yang setimpal.  

Nah bagi kalian yang gemar berwisata, baik ke luar negeri atau dalam negeri. Terutama bagi kalian para wanita. Yah namanya kejahatan asusila tidak pernah memandang kalian bule apa tidak kan? apalagi kalian yang wanita lagi syantik!

Nah oleh sebab itu, mempersiapkan semua urusan tamasya kita, tentu harus diserahkan kepada jasa travel yang dipercaya. Tentu saja semuanya akan memberikan rasa aman bagi kita menuju ke tempat tujuan kita dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

Bukan hanya kasus perkosaan saja, bisa saja kasus pemerasan yang sangat berpotensi terjadi di kala kita menginjak wilayah baru seperti kawasan wisata yang pastinya asing bagi kita.

Maka jaga kepercayaan kita terhadap orang lain yang belum kita kenal !

# Photo Sampul kumparan.com


Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.