Misi Penyelamatan Remaja Thailand di Goa Dapat Perhatian Bos SpaceX

Katuju.id - Misi penyelamatan sekelompok remaja dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak di goa Tham Luang, Thailand, mendapat perhatian dari bos perusahaan SpaceX, Elon Musk.

Dilansir dari CNN, Senin (9/7/2018), Musk membagikan foto dan video yang menunjukkan sebuah benda berwarna perak yang mungkin bisa membantu penyelamatan mereka.

Musk mengunggah video di akun Twitter-nya yang memperlihatkan penyelam sedang menguji coba sebuah alat di kolam renang di Los Angeles, Amerika Serikat

Musk menyebut alat tersebut sebagai kapal selam ukuran anak sedang dalam perjalanan ke Thailand dan akan tiba dalam waktu sekitar 17 jam.

"Semoga bermanfaat. Jika tidak, mungkin itu bisa digunakan untuk situasi di masa depan," katanya.

Komentarnya terlontar setelah pejabat Thailand dan Amerika Serikat mengonfirmasi, ada empat remaja yang berhasil dikeluarkan dari goa yang banjir pada Minggu (8/7/2018).

Konfirmasi itu sekaligus meralat pemberitaan sebelumnya mengenai jumlah remaja yang sudah keluar dari goa, yaitu sebanyak enam orang.

Pada Jumat lalu, Musk mengatakan tim ahli dari perusahaannya akan pergi ke Thailand untuk menawarkan bantuan apabila diperlukan.

Sebanyak 8 remaja laki-laki yang tersisa dan pelatihnya masih berada di dalam goa. Sementara, misi penyelamatan terus menjadi sorotan dari seluruh dunia.

Pada Senin (9/7/2018) pagi, upaya evakuasi tim sepak bola remaja Thailand dan pelatihnya masih ditunda.

Seperti diketahui, sebanyak 12 remaja laki-laki dan pelatih mereka yang berusia 25 tahun terperangkap dalam goa sejak 23 Juni 2018, karena banjir yang disebabkan oleh hujan deras.

Mereka ditemukan oleh dua penyelam asal Inggris pada Senin (2/7/2018) malam dalam kondisi selamat. Mereka berlindung di satu titik area yang tak terendam banjir selama 9 hari.

Pelatih mereka, Ekapol Chanthawong, tak lepas dari perhatian dunia tentang bagaimana dia menjaga para remaja tetap bertahan hidup di dalam goa.

Beberapa juga mengecam Ekapol karena memimpin perjalanan tim sepak bola remaja ke dalam goa, meski ada tanda peringatan besar di pintu masuk goa tentang risiko pada musim hujan.

Seorang ibu dari salah satu remaja di dalam goa enggan menyalahkan Ekapol.

"Jika dia tidak ikut dengan mereka, apa yang akan terjadi pada anak saya?" kata Pornchai Khamluang, seorang ibu dari seorang remaja yang terjebak di goa.

"Ketika dia keluar (dari goa), kita harus menyembuhkan hatinya. Ek (Ekapol) tersayang, saya tidak akan pernah menyalahkanmu," imbuhnya.

sumber: https://internasional.kompas.com