Upaya Dinkes Kaltim Edukasi dan Bangun Kesadaran Masyarakat Melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Katuju.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) turut ramaikan gelaran HUT Kaltim ke-63 dengan membuka pemeriksaan kesehatan gratis. Bertempat di kawasan Pesta Rakyat Kaltim (PRK), booth Dinkes dipenuhi masyarakat.

Ditemui disela-sela pelaksanaan cek kesehatan dan jalan santai di Gor Sempaja, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak sebutkan bahwa Dinkes Kaltim dalam kepanitiaan HUT Kaltim bertugas menyiapkan tenaga medis selama pelaksanaan HUT Kaltim sejak Kamis (9/1) yang lalu.

Selain itu mereka diminta juga untuk menyediakan layanan cek kesehatan gratis kepada masyarakat. Dari Jumat (10/1) Dinkes telah membuka stand untuk pengecekan kesehatan. Sesuai jadwa, cek kesehatan hanya berlangsung hingga Sabtu (11/1) kemarin, namun karena antusias masyarakat tinggi makan jadwalnya ditambah.

"Melihat animo masyarakat cukup besar, maka hari ini kami meminta izin untuk membuka layanan. Ternyata hari ini jauh lebih ramai, kami juga buka hari ini karena kemarin hujan sehingga pengunjung berkurang," jelas Andi, Minggu (12/1).

Booth cek kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kaltim di perayaan HUT Kaltim ke-63.

Dikatakan Andi, terhitung hingga kemarin (11/1) sudah ada sekitar 242 pengunjung yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk hari ini hingga siang, sudah ada 120 orang yang berkunjung.

Hari ini disediakan kuota untuk masyarakat sebanyak 225 alat untuk periksa kesehatan. Seluruh tim akan terus memberikan pelayanan hingga bahan yang tersedia habis.

Sedangkan jika nantinya bahan untuk pengecekan kesehatan telah habis. Dinkes Kaltim akan tetap membukan pelayanan bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi kesehatan masing-masing.

"Sebenarnya kami tidak hanya memeriksa, tetapi setelah periksa ada tim kami bagian konseling untuk konsultasi terkait dengan hasil pemeriksaannya, apa yang harus dilakukan setelah ini," sambungnya.

Hal ini dilakukan Dinkes Kaltim sebagai upaya untuk menggaungkan 'Gerakan Masyarakat Hidup Sehat'. Melalui pemeriksaan dan konseling masyarakat diimbau untuk selalu melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, mengonsumsi makanan sehat, dan cek kesehatan secara rutin.

"Cek kesehatan itu paling tidak, setahun dua kali. Tapi masyarakat yang kita tanya banyak yang tidak rutin cek kesehatan karena takut tahu penyakitnya," ujar Andi.

Menjadi kekhawatiran saat ini banyak penyakit yang justru tidak menular seperti jantung, stroke, dan hipertensi jumlahnya justru meningkat. Disebabkan dari pola hidup masyarakat yang tidak sehat hingga takut memeriksakan kondisi kesehatannya.

Disebutkan Andi, dari data pengunjung yang melakukan pemeriksaan dua hari belakangan, dari total 242 peserta, ada sekitar 15 persen pengidap hipertensi. Selain itu ada diabetes dengan angka 12 persen, dan jumlah terbanyak dan dikatakan Andi cukup mengkhawatirkan adalah kolesterol sebanyak 57 persen. Sedangkan sisanya, 12 persen dinyatakan normal.

Andi berharap setelah dilakukannya pemeriksaan kesehatan ini, melalui konseling dan edukasi yang diberikan, masyarakat akan semakin sadar akan kondisi kesehatannya. Terutama mengurangi konsumsi makanan yang dilarang.

"Dari hasil pemeriksaan ini, bagi masyarakat yang agak mengkhawatirkan kami minta untuk periksa lebih lanjut di laboratorium. Karena hari ini sifatnya hanya screening, bukan penegakan diagnosa sebab alatnya sederhana," pungkasnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.