Samarinda dan Embun di Kala Musim Penghujan

Katuju.id - Beberapa hari belakangan ketika melintasi Jembatan Mahakam akan terlihat kabut yang cukup tebal, terlebih di pagi hari.

Hilangnya pun cukup lama, sehingga ada yang menganggap jika ini kabut dari kebakaran. Benarkah demikian?

Ternyata anggapan tersebut salah, hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Samarida Riza Arian Noor. Berdasarkan pantauan satelit, tidak ditemukan titik api di sekitar Samarinda.

"Pantauan citra satelit kita, tidak terpantau titik hotspot. Jadi dapat dipastikan kabut tadi pagi berasal dari partikel basah (embun) bukan partikel kering (asap)," kata Riza, Senin (9/12) tadi.

Riza melanjutkan, bahwa kabut sebenarnya tak berbeda jauh dengan awan yang berada di permukaan bumi. Proses terbentuknya kabut tersebut secara alami ditandai dengan hujan sehari sebelumnya dan langit cerah pada malam hari.

Selain itu kondisi angin yang kalem atau kecepatannya rendah mempengaruhi proses pelepasan radiasi ke bumi yang begitu tinggi. Alhasil, terjadi kondensasi yaitu kondisi suhu mencapai titik embunnya di permukaan bumi, sehingga terjadi kabut.

Terkait lamanya kabut tersebut hilang, dikatakan Riza dipengaruhi beberapa faktor salah satunya radiasi matahari ke permukaan bumi.

Sedangkan untuk kondisi hari ini di Samarinda cukup berawan sehingga menghalangi radiasi langsung matahari ke permukaan bumi. Kondisi itu menghambat proses menghilangnya kabut tersebut. Kemudian faktor angin juga bisa mempengaruhi.

"Mungkin anginnya lagi kalem, atau kecepatannya tidak terlalu signifikan sehingga menghambat penghilangan kabut tersebut," jelasnya.

Pihak BMKG Kota Samarinda menginformasikan jika kondisi ini bisa saja terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena cukup mudah untuk membedakan kabut dan asap.

"Dari bau, asap jelas baunya. Kabut biasa udaranya terasa dingin, terasa seperti uap air," terangnya.

Karena tengah memasuki musim penghujan, BMKG Kota Samarinda mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca yang cukup signifikan. Seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Gambar: dilpob.wordpress.com

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.