RSJD Atma Husada Mahakam Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi, dr. Padilah: Kuncinya Koordinasi dan Komunikasi

Katuju.id - Sebagai salah satu instansi yang memberikan layanan kesehatan kepada publik, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam buktikan bisa jadi yang terbaik.

RSJD Atma Husada Mahakam sukses meraih penghargaan Implementasi Terbaik Keterbukaan Informasi Publik Via Website Badan Publik. Dengan kategori Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) se-Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (7/11) dalam acara Web Award Badan Publik 2019.

Adapun agenda ini diprakasai oleh Komisi Informasi Prov. Kaltim dan total ada 32 website Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersaing di dalamnya. Penghargaan ini langsung diterima oleh Direktur RSJD Atma Husada Mahakam, dr. Padilah Mante Runa.

Dikatakan dr. Padilah, berbagai upaya yang dilakukan semuanya berdasarkan undang-undang yang ada, yakni UU No. 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sehingga tidak ada niatan untuk meraih peringkat, lebih dari itu tetapi ingin mengimplementasikan undang-undang.

"Kita tidak tahu kalau sedang dinilai, mereka selalu cek website kita. Di situlah dilihat kategori informasi-informasi yang kita bagikan itu sesuai dengan undang-undang, kita hanya menjalankan dan patuh pada undang-undang," kata dr. Padilah, Jumat (8/11).

Direktur RSJD Atma Husada Mahakam menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Dia kemudian menjelaskan beberapa poin informasi yang harus disediakan oleh badan publik. Pertama, informasi serta merta, seperti Standar Operasional Prosedur (SOP). Pihak rumah sakit pun tidak ragu membagikan informasi berbagai SOP di website.

Kedua, informasi setiap saat. Jenis ini meliputi jam pelayanan, jadwal dokter di poli dan ruangan. Ketiga, informasi berkala yang disampaikan setiap enam bulan sekali. Seperti halnya rancangan program kerja rumah sakit, laporan keuangan, hingga rencana strategi (Renstra).

Keempat, informasi yang dikecualikan. Kalau ini tidak disebarkan rumah sakit secara bebas di website. Contohnya, rekam medis yang harus dirshasiakan rumah sakit, terkecuali ada keperluan mendadak penyelidikan dari pihak kepolisian.

dr. Padilah pun mengakui jika RSJD Atma Husada Mahakam sangatlah terbuka akan kebutuhan informasi publik, permintaan data pun dilayani. Bahkan saat penyelenggaraan Web Award Publik 2018, RSJS Atma Husada Mahakam sudah meraih predikat terbaik kedua di Kaltim, sebelum akhirnya raih posisi pertama tahun ini.

"Saat 2015 pernah Ombudsman datang ke sini, mengatakan mestinya SKOD terbuka seperti ini. Kalau ada yang mau meminta data, mereka perlu mengisi form permintaan, kemudian setelah dibaca langsung kita berikan," tambahnya.

Tentu untuk mencapai hasil ini tidak mudah, dr. Padilah harus pintar-pintar mengatur komunikasi dan koordinasi pegawainya. Ia selalu terbuka dengan para pegawai, di setiap minggu dilaksanakan rapat struktural untuk menguatkan koordinasi. Lalu, ada juga rapat dengan seluruh kepala ruangan tiap minggunya.

Melalui forum rapat, banyak diskusi dilakukan, masalah-masalah dan kendala disampaikan. Sehingga solusi akan dipecahkan bersama-sama, dr. Padilah sejak awal kepemimpinannya sangat menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi.

"Rumah sakit ini adalah team work, bagaikan sarang laba-laba. Satu diputus semua rubuh, kita harus saling kerja sama untuk mempertahankan, hak dan kewajiban kita di sini sama semua," pungkasnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.