Miris, 70 Persen Koperasi di Samarinda Berstatus Tidak Sehat, Diantaranya Bakal Dibubarkan

Katuju.id - Memperingati Hari Koperasi ke-72 tahun dengan tema “Kebangkitan Koperasi Menuju Era Revolusi 4.0”. Yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Samarinda, pada Sabtu (30/8).

Sayangnya, jumlah koperasi yang tidak sehat masih mendominasi. Sekitar 1.000 koperasi yang terdata di Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Samarinda, diantaranya tidak sehat dan tidak aktif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dekopinda Samarinda, Nasaruddin dalam sambutannya.

Menurut dia, banyaknya koperasi yang tidak sehat disebabkan beberapa faktor, diantaranya pengelola tidak aktif menggelar rapat anggota tiap tahunnya.

Padahal dalam peraturan undang-undang sudah tertera pasti. “Kami berharap pengurus koperasi lainnya bisa melaksanakan rapat anggota tiap tahunnya,” ucapnya dalam sambutan.

Kemudian ditempat yang sama, Kepala Koperasi dan UKM Samarinda, Ibnu Araby membeberkan dari sekitar seribu koperasi tersebut.

Setidaknya ada 500 koperasi yang bakal dibubarkan. Dan saat ini, sudah 120 koperasi yang diverifikasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

“Rata-rata koperasi yang dibubarkan menyalahi aturan dan bermasalah,” kata Ibnu dalam sambutannya.

Terpisah, Wawali Samarinda, M Barkati mengatakan banyak koperasi tidak sehat tersebut, dikarenakan tidak diawasi dengan baik.

“Ini menjadi tantangan buat kita semua. Oleh sebab itu Dinas Koperasi harus gencar memberikan sosialisasi apalagi diera globalisasi saat ini, jangan sampai tertinggal dengan perkembangan yang ada,” terang Barkati.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.