Kekurangan Alat Pengukur Cuaca, DLH Rencanakan Usulkan Tahun Depan

Katuju.id - Hujan yang tak kunjung turun di Kota Samarinda dan diperparah dengan kabut asap akibat kebakaran hutan. Membuat kondisi ini kian memprihatinkan, apalagi di beberapa titik jalan tidak ada perangkat alat pengukur cuaca otomatis (Automatic Weather Station), salah satunya di persimpangan Lembuswana.

Ditemui, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani menuturkan memang benar di persimpangan Lembuswana saat ini tidak ada alat pengukur atau pendeteksi suhu cuaca. "Sebelumnya alat itu sudah pernah terpasang disana. Namun, tidak ada parameternya untuk mendeteksi kabut asap," kata Yama, begitu disapa.

Kata dia lagi, walaupun alat pengukur cuaca terpasang disana. Alat tersebut tidak bisa mengukur kualitas kabut asap. Sehingga, pihaknya berupaya mengajukan corporate social responsibility (CSR) ke perusahaan yang memiliki alat tersebut.

"Kami sudah ajukan ke salah satu perusahaan. Nantinya mereka akan membantu mengukurnya. Karena, kami pun belum bisa memberikan jawaban pasti apakah kabut asap ini berbahaya atau tidaknya. Tetapi, kalau melihat kondisi ini, alangkah baiknya sudah menggunakan masker," papar mantan Camat Sungai Kunjang tersebut.

Dia pun, mengatakan dengan kejadian ini, ia pun akan mengupayakan mengajukan pembelian alat pengukur tersebut di tahun depan. "Sebelumnya pernah dapat bantuan dari pusat. Namun, harus ada dana pendampingan dan lagipula pada saat ini alat pengukur sebelumnya sudah terpasang di Lembuswana sehingga tidak dapat dari pusat," tutup Yama.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.