Era Keterbukaan, Masyarakat Perlu Informasi Akurat

Katuju.id - Keterbukaan informasi publik mempunyai makna filosofi dalam suatu negara. Artinya setiap kegiatan penyelenggaraan negara haruslah dapat dipertanggung jawabkan.

Demikian dikemukakan narasumber DR. Lilik Rukitasari, disela-sela kegiatan Sosialisasi pembentukan Kelompok Informasi ( KIM) dan Keterbukaan Informasi Publik ( KIP) di kecamatan Samarinda Ilir,  Rabu (9/10) .

Menurut Lilik yang juga anggota Komisi Informasi Kaltim itu,   alasan perlunya keterbukaan informasi publik itu  karena salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih,  ketika akses untuk informasi terbuka,  maka pengawasan publik akan mudah.

Disamping itu sebutnya hak informasi juga relevan dengan peningkatan kualitas pelibatan masyarakat khususnya kaum perempuan dalam proses pengambilan keputusan publik.

Saat membuka kegiatan Sosialisasi Pembentukkan KIM,  Camat Samarinda Ilir Ramdani,  memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Diskominfo  yang mempelopori kegiatan ini.

Menurut Ramdani,  pembentukkan KIM di kecamatan Samarinda Ilir merupakan salah satu kegiatan dari program Semilir atau Sistim Aspirasi dan Layanan Informasi Samarinda Ilir) yang digagas Kecamatan Samarinda Ilir.

Semilir merupakan sistim terpadu untuk meningkatkan kualitas pengelolaan  layanan informasi dan pengaduan / aspirasi  masyarakat melalui,  penyediaan  fasilitas pendukung di kecamatan  dengan membentuk Pojok Aspirasi dan Informasi.

Selan itu juga memanfaatkan IT dalam pengelolaan Survey Kepuasan  Masyarakat ( SKM) di kecamatan dengan membangun aplikasi survey berbasis Web.

Sementara itu mewakili Kadis Kominfo kota Samarinda,  Kabid Sarana Komunikasi dan Desiminasi  Syamsul Anwar mengharapkan, KIM di kecamatan Samarinda Ilir ini terus berkembang pesat.

Ditambahkan Syamsul,  sebagai masyarakat juga harus mengikuti perkembangan zaman.

Era digitalisasi saat ini, katanya suka tidak suka harus menghadapinya. Untuk mendapatkan informasi saat ini, sudah banyak pilihan.  

"Kalau dulu hanya melalui media cetak dan elektronik.  Saat ini masyarakat bisa mendapatkan melalui media sosial hanya melalui genggaman Smartphone," ucapnya.

Namun demikian katanya masyarakat juga harus berhati-hati terhadap beredarnya berita bohong ( hoax) yang belum jelas kebenarannya.

KIM sendiri sudah terbentuk di beberapa kelurahan sejak tahun 2016 yang waktu itu masih digawangi  Dispar dan Infokom yang sekarangsekarang leading sektornya Diskominfo.

"Adapun masa bhakti KIM adalah tiga tahun, jadi pas aja di tahun 2019 ini ada pergantian pengurus,  pengurus yang lama dikukuhkan kembali atau pembentukan baru," pungkas Syamsul.