Branding “Samarinda Magnificent” Diduga Plagiat, Begini Jawab Kepala Bappeda

Katuju.id - Kurang lebih sepekan Pemkot Samarinda baru saja melaunching branding logo “Samarinda Magnificent” bertepatan HUT Pemkot ke -59 tahun di hall Big Mall.

Di mana penggunaan branding itu memiliki arti sebagai kota bisnis, terdepan,berbudaya. Ditambah dengan unsur tiga warna merah memiliki arti maju, berani, ulet dan gigih. Kedua warna hijau dengan makna damai, nyaman dan subur serta unsur kuning menandakan kejayaan, kemajuan dan dinamis.

Pembuatan branding Samarinda itu Pemkot bekerjasama dengan Citiasia Inc. Tak tanggung-tanggung konsultan yang biasa membuat logo Kota besar lain itu juga merancang dokumen dan tendernya mencapai Rp 600 juta.

Namun ditengah perjalanannya, terkuak jika branding “Samarinda Magnificent” huruf M-nya yang dihiasi lengkungan hijau dan kuning sebagai gambaran Jembatan Mahkota dan Mahulu dengan warna khas sarung Samarinda itu diduga meniru atau plagiat hasil karya George Bokhua yang ia sudah desain sejak 2013 silam.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Bappeda Samarinda, Asli Nuryadin menanggapi untuk masalah kebenaran apakah itu meniru ataupun plagiat, agar menghubungi pihak vendor yang mengerjakan branding tersebut.
Dia mengaku sempat mengecek juga dan memang ada sedikit kemiripan. 

“Tapi kalau secara kolektif seperti ada perbedaan. Yang tahu persis menjawab pihak konsultannya,” ujar Asli.

“Kita hanya pemakai saja. Kan ini semua melalui proses lelang dan biar tidak salah persepsi langsung ke konsultannya saja,” sambung Mantan Kadisdik Samarinda itu.

Asli menyebutkan saat ini Pemkot masih berprasangka baik saja. Menurut dia, pihak konsultan yang menangani merupakan pihak profesional. “Saya kira mereka tidak mudah meniru begitu saja. Apalagi mereka sudah dikenal tingkat nasional. Kalau pun itu benar pasti kami tidak nyaman lah,” kata Asli lagi.

Dia tetap meyakini bahwa logo itu sangat berbeda dengan apa yang tengah hangat dibicarakan warganet di media sosial. “Secara keseluruhan saya kira beda. Itu ada sejarahnya karena logo itu memiliki riwayat. Bahwa logo itu hanya bagian kecil dari blue print City branding Samarinda,” terangnya.

Diakui Asli, ia sudah menyampaikan hal ini ke pihak konsultan untuk segera menanggapinya, karena sudah ramai dibahas di media sosial.

Sementara itu, Chief Strategic Officer Citiasia inc, Hari Kusdaryanto saat dihubungi mengatakan sudah mendengar hal tersebut.

“Secara umum logo itu banyak bisa dilihat di company. Pihaknya akan segera melakukan rilis untuk meluruskan praduga yang sudah menyebar itu,” katanya.

Dia pun berkeyakinan bahwa logo branding yang mereka buat itu tidak sama sekali meniru atau plagiat. Apalagi proses pembuatan logo ini memiliki empat dimensi serta filosofi di dalamnya. “Kami membuatnya dari berbagai proses di lapangan. Kalau kemudian ada yang sama. Toh banyak logo-logo di company besar hampir mirip dan bisa bertahan sampai sekarang,” ungkapnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.