Banjir Samarinda Akibatkan 7.213 Warga Samarinda Terdampak dan 7 Lokasi Tanah Longsor

Katuju.id - Empat hari Kota Samarinda, dilanda curah hujan cukup deras. Membuat sejumlah ruas jalan, pemukiman sampai gedung sekolah terkena imbasnya.

Dari data yang himpun ada 7.213 jiwa terdampak banjir diawal tahun 2020. Jumlah itu berdasarkan dari tiga kecamatan dan enam kelurahan. Ialah Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sungai Pinang dan Sambutan.

Dengan rincian, Kecamatan Samarinda Utara (29 RT, 2.081 KK dan 5.431 jiwa). Kecamatan Sungai Pinang (8 RT, 325 KK dan 1.293 jiwa) dan Kecamatan Sambutan (7 RT, 123 KK dan 489 jiwa).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hendra AH menuturkan data sementara ini dari Pusdalops BPBD.

"Ya data sementara saat ini jumlahnya segitu. Di lapangan tim terus melakukan evakuasi," kata Hendra.

Disampaikan, sejauh ini belum ada korban yang meninggal dunia ataupun laporan terkena penyakit apapun semisal gatal-gatal dan lainnya.

"Belum ada kami menerima laporan itu. Semoga tidak ada," harapnya.

Selain berdampak pada pemukiman warga. Ada tujuh titik tanah longsor yaitu Jalan Mugirejo RT 05 Gang Manunggal 1, Jalan Lumba-lumba Gang 7 RT 05, Jalan Damanhuri Gang Ogok, Jalan Sejati 2 RT 01, Jalan MT Haryono, Perumahan Rawa Sari 4, Jalan H Marhusin Gang Mandiri dan Jalan Otto Iskandardinata Gang Seteling.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.