Pentingnya Self-Love untuk Menyelesaikan Masalah dalam Hidup

Katuju.id - Tak ada manusia yang tak memerlukan cinta. Meski bentuknya berbeda-beda, kita pasti membutuhkan kasih sayang dan cinta dari orang lain. Selain itu, kita juga pasti memiliki keinginan untuk menunjukkan rasa cinta kita pada orang lain.

Akan tetapi, terkadang kita terlalu terpaku pada keinginan ini, sampai-sampai kita lupa mencintai diri sendiri atau melakukan self-love. Padahal, hal ini perlu dilakukan bila kita ingin keluar dari berbagai masalah dalam hidup.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia dan Unika Atma Jaya, Felicia Maukar, mengatakan, secara umum, konsep ini masih cukup asing bagi masyarakat di negara Timur, termasuk Indonesia.

"Terkadang, tidak semua orang bisa 'say no' dalam budaya Timur. Padahal, kalau di (budaya) Barat, ini ada teori dan workshop-nya. Namanya self-assertiveness. Itu adalah bagian dari self-love," tuturnya dalam acara peluncuran brand Soul Dewi di restoran Bengawan, Keraton at The Plaza, Jakarta, Rabu (6/11).

Lebih lanjut, Felicia menjelaskan, ketidakmampuan ini berasal dari batasan dalam kebudayaan masing-masing suku. Sebab, ada sebagian suku di Indonesia yang merasa bahwa mengatakan tidak kepada orang lain adalah hal yang tak sopan.

Selain itu, psikolog yang juga merupakan co-founder dari brand workshop sekaligus coaching Soul Dewi ini mengatakan, batasan lain yang sering menghalangi orang Asia untuk mencintai dirinya sendiri adalah adanya kebiasaan untuk tidak mengungkapkan perasaan.

"Orang tidak terbiasa mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Kita seolah tidak boleh sedih. Laki-laki tidak boleh menangis. Sulit untuk menyatakan perasaan dan pikiran," ungkapnya. Padahal, hal ini penting untuk dilakukan.

Berdampingan dengan Felicia Maukar, founder Soul Dewi dan Skin Dewi, Dewi Kauw, menjelaskan bahwa self-love penting dipraktikkan bila kita ingin terbebas dari berbagai masalah yang membebani hidup.

Dewi Kauw sendiri menyadari pentingnya mempraktikkan self-love setelah ia dan anaknya harus berjuang mengalami masalah kulit. Sekitar tahun lalu, keduanya seolah tak bisa lepas dari masalah kulit--jerawat bagi Dewi dan eksim bagi anaknya--yang kian kronis. Padahal, Dewi Kauw sudah mencoba memikirkan berbagai cara penyembuhan bagi mereka berdua.

Setelah melalui perjalanan panjang, Dewi Kauw baru menyadari bahwa masalah ini terjadi karena beban pikiran yang dimilikinya. Ia juga menyadari bahwa kunci untuk keluar dari masalah-masalah yang dimilikinya adalah dengan mulai mencintai dan mendahulukan dirinya sendiri.

"Saya menyadari bahwa semua masalah selesai saat kita mementingkan diri sendiri. Saat saya 'mengisi' diri sendiri, satu per satu masalah saya selesai," ujarnya.

Cara mencintai diri sendiri

Pada dasarnya, cara seseorang untuk mencintai diri sendiri juga berbeda-beda. Akan ada orang yang merasa terbantu dengan bercakap-cakap dengan orang lain, ada juga yang terbantu dengan memberikan waktu bagi dirinya. Dewi Kauw membagikan, metode yang efektif baginya adalah dengan melaksanakan ‘me time’ dan belajar mengatakan tidak kepada orang lain.

Meski sulit, Dewi menyadari bahwa ia harus belajar memusatkan rasa cinta kepada dirinya terlebih dahulu, baru kepada orang lain. Setelah berhasil melakukannya, dia merasa telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik, juga dapat membagikan cintanya kepada orang lain.

Baik Dewi Kauw maupun Felicia Maukar mengatakan, perjalanan self-love tiap orang akan berbeda-beda. Namun, kita perlu meyakini dan mencoba mempraktikkan konsep itu.

"You can love yourself and it's absolutely okay to love yourself. Saat Anda mulai melakukannya, semua hal lain akan mengikuti," tegas Dewi Kauw.

Bagaimana menurut Anda, Ladies? Sudahkan Anda menunjukkan cinta untuk diri sendiri?

Sumber: kumparan.com

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.