Bawa Kampanye AIDS, Public Health Expo 2019 Tuai Respons Positif

Katuju.id - Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia, komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Timur Komisariat Universitas Mulawarman gelar event kesehatan, bertajuk Public Health Expo (PHE) di Gor Sempaja.

PHE sendiri merupakan program kerja dari Divisi Kesehatan Masyarakat GenBI Unmul. Mengusung slogan 'Stay Healthy, Stay Happy' kegiatan ini sukses menarik animo masyarakat Samarinda. 

Kegiatan ini diisi oleh berbagai konten seperti jalan sehat, zumba party, berbagai hiburan, expo kesehatan hingga hewan reptil, dan yang ditunggu-tunggu adalah doorprize dengan hadiah utama seperti ponsel, kulkas, mesin cuci, juga sepeda.

Ditemui di sela-sela acara, Ketua Panitia PHE 2019, Rio H. Sitinjak beberkan bahwa persiapan acara hanya 1,5 bulan. Sehingga fokus utamanya bagaimana bisa membuat event yang menarik bagi masyarakat, ditambah kegiatan di GenBI juga cukup padat.

"Lumayan susah, fokus kita harus terbagi dengan program kerja yang lain. Tapi karena teman-teman panitia bisa me-manage waktu dengan baik, sehingga acara berjalan dengan sukses," kata Rio kepada Katuju.id, Minggu (1/12).

Rio merasa senang karena respons dari masyarakat sangat positif, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak turut hadir. Bahkan dikatakan Rio, banyak yang menginginkan kegiatan serupa akan dilaksanakan di tahun-tahun mendatang agar euforianya tetap ada.

Selain itu, GenBI Unmul juga menggandeng berbagi komunitas untuk berpartisipasi. Pada momen tersebut dilaksanakan pula kampanye dukungan kepada penyintas AIDS dengan turut menandatangani spanduk yang membawa tagline 'Saya Berani, Saya Sehat'.

"Banyak banget support dari berbagai kalangan, seperti komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan banyak mendukung kita menjalankan acara ini," tambahnya.

Meski puas dengan pelaksanaan PHE 2019, Rio masih memiliki keinginan besar jika agenda ini bisa terlaksana kembali tahun depan dengan cakupan yang lebih luas. Sehingga bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan makin timbul kesadaran terhadap penyintas AIDS.

"Mereka (penderita AIDS) sama seperti kita, kita setara," pungkasnya.

Sementara, Maharani Ramadhanty Fitria mengaku tertarik mengikuti PHE sebab bertepatan dengan Hari AIDS. Menurutnya kegiatan ini kembali bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan dampak dari AIDS terhadap orang-orang disekelilingnya, bukan menjauhi orangnya, tapi penyakitnya.

"Stigma yang muncul di masyarakat tergambar dari ketakutan yang berlebihan, sikap sinis, hingga tidak diterimanya penderita (AIDS) dalam masyarakat," imbuh Rani, sapaan akrabnya.

Ke depannya, jika masih terlaksana Rani berharap panitia bisa menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) untuk melaksanakan donor darah. Karena kebutuhan donor darah masih sangat tinggi dan sangat cocok dengan kegiatan PHE ini.

Sosialisasi mengenai AIDS pun menurutnya penting untuk menggandeng pihak dari rumah sakit maupun puskesmas, sehingga masyarakat bisa mendapatkan info yang lebih banyak mengenai dampak dan pencegahan AIDS.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.