BCA Dukung Pelepasliaran dan Adakan Program ‘Orangutan Goes To School’ di Samboja

Katuju.id - Masih suasana kemeriahan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dan Orangutan International Day yang jatuh pada tanggal 19 Agustus.

BCA bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) melanjutkan misi besar #OrangutanFreedom dengan melakukan pelepasliaran orangutan yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi mereka di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS Samboja Lestari.
 
Hadir dalam acara pelepasliaran orangutan, Kepala Kantor Wilayah XI BCA Mingto Purba, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Balikpapan Eduard Hans Winarko, Kepala Pendukung Operasi Wilayah XI BCA Jedida Lauw, didampingi Direktur PT RHOI Aldrianto dan Program Manajer Samboja Lestari Agus Irwanto, Kalimantan Timur, Senin (26/08).  
 
Mingto Purba mengungkapkan, orangutan memainkan peran penting dalam penyebaran benih dan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, yang penting bagi manusia dan sejumlah hewan lain. Dengan melestarikan habitat orangutan, spesies lain yang menghuni habitat yang sama dan komunitas lokal mendapat manfaat dari konservasi tersebut.
 
“Konservasi habitat orangutan terus kami lakukan secara konsisten dalam rangka menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem flora dan fauna di lingkungan tersebut sekaligus memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkesinambungan bagi ruang hidup masyarakat lokal yang mendiami area tersebut. Sejak tahun 2012, BCA mendukung kegiatan kepedulian terhadap pelestarian salah satu habitat satwa yang dilindungi ini,” ujar Mingto Purba.  
 
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orang utan Indonesia 2019-2029, saat ini Indonesia menjadi rumah bagi setidaknya 60 ribu individu orang utan. Berdasarkan data Forum Orangutan Indonesia (Forina), total habitat orangutan di Kalimantan (Pongo pygmaeus) diperkirakan tinggal 57.000 ekor, sementara di Sumatera (Pongo abelii) hanya sekitar 14.000.
 
Current Biology melansir, hampir 150.000 orangutan punah di Kalimantan dalam kurun waktu 16 tahun. Peneliti mengungkapkan populasi satwa yang terancam punah menyusut 50% hingga 2015 silam. Selain itu, populasi satwa terancam punah diperkirakan akan menyusut sebanyak 45.000 ekor pada 2050. Deforestasi dan lenyapnya habitat hanya salah satu penyebab anjloknya populasi orangutan.
 
Mingto Purba menjelaskan, BCA dan Yayasan BOS hari ini kembali melakukan pelepasliaran orangutan ke Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Hingga tengah tahun 2019, Yayasan BOS telah melepasliarkan orangutan yang keempat kalinya sejak akhir Juni 2019 lalu.

Kali ini, pihaknya akan melepasliarkan sebanyak empat orangutan hasil proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS Samboja Lestari. Tahun 2019, BCA menyalurkan donasi hampir Rp350 juta untuk memberikan dukungan pelepasliaran orangutan, penyadartahuan kepada masyarakat melalui Program Orangutan Goes To School serta program Public Awareness & Publicity melalui pencetakan Kartu Flazz Design Khusus dan juga dukungan penayangan video mengenai konservasi orangutan dalam Big Screen yang terdapat di area Jakarta sepanjang minggu menyambut Hari Orangutan International.
 
Kontribusi BCA terhadap pelestarian orangutan dilakukan dengan cara edukatif. Pada Kamis-Sabtu (22-24/08) lalu, BCA bersama Yayasan BOS juga memberikan Edukasi Konservasi Orangutan yang dikenal dengan Program Orangutan Goes To School (OGTS) kepada lebih dari 450 siswa di 3 sekolah yaitu SMA Negeri 1, SMK N 1, dan SMK Utama Al Jabarnur Samboja. Edukasi tersebut diperkuat dengan kegiatan literasi keuangan.

Program Financial Literacy ini dijalankan sebagai wujud atas visi literasi keuangan di dalam Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga masyarakat dapat memiliki kemampuan atau keyakinan untuk memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan.

Target pelaksanaan OGTS tahun 2019 ini dilaksanakan di 15 sekolah yang berada di Samboja dan Palangkaraya.
 
Menurut Mingto Purba, pihaknya menyadari bahwa satwa liar seperti orangutan selayaknya hidup bebas di habitat alaminya, mengingat orangutan adalah mamalia pemanjat pohon terbesar di dunia.

“Ke depannya, kami terus berupaya untuk memberikan edukasi dan penyadartahuan sehingga masyarakat luas dapat turut berpartisipasi dan mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan,” tutupnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.