Modal Antara, Sasar Sektor Pertanian Jagung untuk Sejahterakan Masyarakat Kaltim

Katuju.id - Berbagai potensi di sektor pertanian masih menjadi salah satu komoditas utama di Indonesia. Namun, dalam mengembangakan potensi tersebut para petani masih terkendala permodalan. Menjawab permasalahan tersebut, Modal Antara hadir menggandeng Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) wilayah Kaltim untuk menjajaki proyek budidaya jagung di Kaltim.

Modal Antara merupakan salah satu perusahaan financial technology (Fintech) yang mengikuti rangkaian OJK Fintech Days 2019 yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Samarinda, 2 – 5 September. Kerja sama dengan APJI Kaltim merupakan salah satu agenda khusus yang dilakukan oleh Modal Antara.

Kerja sama tersebut dipertegas dan tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Modal Antara dengan APJI Kaltim terkait pengembangan budidaya jagung di Kaltim. Modal Antara, sebagai fintech peer to peer lending berperan dalam mendukung pendanaan proyek dengan target pengembangan awal sebesar 2000 hektar.

"Harapannya proyek ini bisa membuat petani jagung dan produksi jagung di Kaltim meningkat, sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Direktur Modal Antara, Aden Budi selepas penandatanganan MoU, di Hotel Aston, Kamis (5/8).

Mekanisme pendanaan yang dimaksud adalah para petani harus tergabung dalam kelompok tani, kemudian akan diseleksi oleh asosiasi kemudian diteruskan ke Modal Antara untuk analisis keperluan dan kesiapan baik dari petani maupun bisnis. Nanti jika disetuji, Modal Antara akan melakukan pendanaan langsung ke kelompok tani untuk kemudian dikelola.

Sedangkan untuk pengembalian modal, semua akan diserahkan kepada tiap-tiap kelompok tani. Karena proyek ini nantinya bisa terus berlanjut, sehingga kelompok tani bisa bertanggung jawab serta bahu-membahu mengembangkan proyek dan mengembalikan modal.

"Kami ingin melihat kelompok itu melakukan tanggung renteng. Masing-masing saling membantu sehingga ada tanggung jawab bersama, karena ini akan berkesinambungan mulai panen pertama, kedua, dan seterusnya," jelas Aden. 

Perwakilan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Wirakarya di Tanah Datar, Muara Badak, Samsul Bahri, memaparkan pendanaan di sektor jagung ini sangat diperlukan karena komoditi jagung merupakan komoditi utama dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak yang ada di daerah Kalimantan. Hal ini sejalan dengan mendukung program Pemkab Kukar yakni Revolusi Jagung.

“Jagung ini merupakan komoditi utama untuk pemenuhan pakan ternak, selama ini masih didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Jadi, kami dengan giat melalui program Revolusi Jagung ingin memenuhi kebutuhan pakan ternak di Kalimantan,” paparnya.

Dalam kerja sama yang dilakukan, Samsul berharap pendanaan yang diberikan Modal Antara agar menjadi motivasi kepada petani-petani agar menjadi petani jagung yang mandiri. 

“Harapannya dengan adanya pinjaman-pinjaman itu nanti, petani kami dapat menjadi petani yang mandiri,” ucapnya.

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.