Berhutang, Garuda Indonesia Akan Akuisisi Sriwijaya Air

Katuju.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) (GIAA) akan mengakuisisi Sriwijaya Air Group.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, Sriwijaya Air Group sudah memberikan respons positif terkait rencana akuisisi tersebut. Saat ini, Garuda Indonesia tengah menghitung valuasi saham Sriwijaya Air Group untuk proses akusisi.

“Iya kami tawarkan soal akuisisi, dan mereka (Sriwijaya Air) setuju. Sekarang lagi proses perhitungan valuasi,” katanya kepada kumparan di Labuan Bajo, NTT, Senin (7/10).

Lanjut Edwin, proses akuisisi ini sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan utang-utang Sriwijaya Air Group kepada Garuda Indonesia dan beberapa BUMN. Karenanya, pihaknya juga sedang melakukan proses verifikasi utang Sriwijaya Air.

Sebab nantinya, nilai utang akan dikonversikan ke saham yang akan diakuisisi. Hanya saja, Edwin menambahkan, pihaknya masih belum tahu berapa persen saham yang bisa dipegang setelah utang Sriwijaya dikonversikan.

“Kita lihat ada tunggakan-tunggakan kemarin bisa dikonversikan jadi kepemilikan saham Sriwijaya. Makanya kita harus verifikasi utang mereka dulu dan lakukan valuasi,” tambahnya.

Dia juga mengungkap bahwa Sriwijaya Air sudah menyetujui terkait rencana tersebut. Tak hanya itu, Kementerian BUMN nantinya juga disebut akan mengatur terkait manajemen Sriwijaya Air.

“Mereka (Sriwijaya Air) terima, enggak ada masalah sih. Yang penting valuasinya itu fair sesuai pasar dan tagihan yang dikonversi itu benar-benar tagihan terverifikasi,” tambahnya.

Edwin mengaku akan menunjuk konsultan independen yang akan melakukan proses valuasi saham. Sementara untuk verifikasi utang ke BUMN, Kementerian BUMN akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kita akan tunjuk konsultan yang bagus lah untuk valuasi, kalau verifikasi utang nanti kita tunjuk BPKP,” tutupnya.

Sumber: kumparan.com
Gambar: inews.id

Perhatian

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Katuju.id. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.